Wali Kota Weny Gaib Hadiri Rona Budaya Sulut, Budaya BMR Jadi Sorotan

KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., menghadiri secara langsung Pekan Ketiga ajang Rona Budaya Sulawesi Utara yang mengangkat tema “Budaya Adampe Dolot”, di Museum Negeri Sulawesi Utara, Kota Manado, Sabtu (19/9/2026) malam.

Kegiatan yang secara khusus mengeksplorasi kekayaan historis dan kearifan lokal Bolaang Mongondow Raya (BMR) tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E.

Pekan Ketiga Rona Budaya Sulut ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai warisan budaya BMR kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menekankan bahwa eksistensi kebudayaan masyarakat BMR tidak semata-mata dilihat dari aspek visual maupun kesenian yang ditampilkan dalam kegiatan seremonial.

Menurutnya, warisan leluhur BMR juga mengandung nilai sejarah, cara hidup, serta semangat kebersamaan yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyampaikan bahwa figur dan sejarah masa lalu dapat menjadi sumber motivasi dalam membangun masyarakat modern, terutama melalui sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kepedulian sosial.

Berbagai kesenian warisan budaya BMR turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Tari Dangisa, Dana-Dana Tradisional, Tari Giomu, Tari Tuitan, hingga Tari Kabela.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya daerah di tengah perkembangan budaya global.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Rona Budaya Sulawesi Utara yang secara khusus mengangkat budaya BMR melalui tema “Budaya Adampe Dolot”.

Menurut Weny, budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang harus terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah yang perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada generasi muda,” ujar Weny.

Ia menilai kegiatan seperti Rona Budaya juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kotamobagu dan BMR secara lebih luas.

Weny menambahkan, upaya pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan-kegiatan seremonial. Menurutnya, kebudayaan perlu terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Karena itu, Weny memberikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus terhadap pengembangan seni dan budaya di wilayah BMR.

“Kami mengapresiasi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap seni dan budaya di wilayah Bolaang Mongondow Raya,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, perwakilan Forkopimda, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, S.E., M.Si., Wakil Bupati Bolaang Mongondow Selatan Deddy Abdul Hamid, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., Ketua TP-PKK Kota Kotamobagu Ny. Rindah Gaib Mokoginta, S.E., M.Ec.Dev., Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu Sofyan Mokoginta, S.H., M.E., serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. ***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

Agung Adati Wakili Wali Kota Weny Gaib di GKK 2026, Ini Harapannya

KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu menunjukkan dukungan terhadap pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan …