Pemkab Bolsel Tunjukkan Prestasi: Prevalensi Stunting Turun Jadi 2,19% di tahun 2024

BUMANTARA.NET, BOLSEL – Upaya Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam menurunkan angka stunting terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Melalui berbagai intervensi spesifik dan sensitif, prevalensi stunting di Bolsel berhasil turun dari 2,97% pada 2023 menjadi 2,19% di 2024.

Dengan capaian ini, Pemkab Bolsel optimistis dapat mendukung target nasional sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024, yakni menurunkan angka stunting secara nasional menjadi 14%.

Percepatan Aksi Konvergensi

Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Bolsel kini telah mencapai tahap ke-7.

Pada tahap ini, dilakukan pelaporan hasil pengukuran balita dan baduta melalui aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Data yang dihasilkan juga disinkronkan dengan Web Monitoring Aksi Bangda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hasil pengukuran menunjukkan penurunan signifikan di sebagian besar kecamatan. Sebagai contoh, Kecamatan Pinolosian Timur yang sebelumnya mencatat prevalensi 2,2% pada 2023 berhasil menurunkannya menjadi hanya 0,6% pada 2024.

Kecamatan Pinolosian juga mencatat penurunan tajam dari 3% menjadi 1,6% dalam periode yang sama. Meski begitu, terdapat kenaikan di Kecamatan Pinolosian Tengah dari 1,2% menjadi 1,9%.

Kolaborasi dan Pendekatan Inovatif

Keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, komunitas, organisasi masyarakat, perusahaan swasta, dan masyarakat filantropi.

Program unggulan Bolsel Tuntaskan Stunting (BTS) yang diluncurkan pada awal 2023 menjadi salah satu kunci keberhasilan, dengan pendanaan yang berasal dari luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kolaborasi yang kuat menjadi pondasi kami dalam menurunkan angka stunting. Dengan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan generasi sehat dan berkualitas di masa depan,” ujar Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid.

Analisis Data Mendalam untuk Evaluasi

Pemkab Bolsel juga melakukan analisis data secara mendalam, terutama dalam menyandingkan data e-PPGBM dengan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Meski data SKI menunjukkan kenaikan prevalensi stunting dari 27,9% (2022) menjadi 33% (2023), analisis Pemkab Bolsel mengungkapkan perbedaan metodologi dan cakupan yang memengaruhi hasil tersebut.

Analisis terhadap 57 blok sensus dan 572 rumah tangga di wilayah Bolsel menunjukkan bahwa hanya 1% dari sampel yang termasuk balita stunting.

Sebanyak 36% berasal dari keluarga berisiko stunting, sementara 63% berasal dari keluarga biasa.

Analisis ini memberikan panduan bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah-langkah strategis yang lebih terfokus.

Apresiasi dan Harapan

Atas kerja keras ini, Bolsel meraih penghargaan Terbaik II di Provinsi Sulawesi Utara dalam Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting tahun 2023.

Penghargaan ini diberikan pada September 2024 di Manado, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Bolsel dalam mendukung target nasional.

“Penghargaan ini adalah motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program dan inovasi dalam menurunkan angka stunting,” tambah Deddy Abdul Hamid.

Ke depan, Pemkab Bolsel berharap dapat terus mempertahankan tren penurunan stunting, bahkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia bebas stunting.

Dengan komitmen, kolaborasi, dan inovasi, target nasional 14% di 2024 bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

‎Dugaan PETI Lokosina Kembali Disorot, Publik Pertanyakan Langkah Polda Sulut

BUMANTARA.NET — Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Lokosina, Desa Dumagin B, …