Potensi Kelapa di Bolsel Menarik Perhatian Direktur NAM-CSSTC dan Direktur ICC

BUMANTARA.NET, BOLSEL – Potensi kelapa yang melimpah di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menjadi daya tarik bagi tamu istimewa pada hari ini.

Diketahui Bupati H. Iskandar Kamaru SPt, MSi, dan Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid menyambut kunjungan kerja yang berharga dari Direktur NAM-CSSTC, Diar Nurbiantoro, serta Direktur ICC, Ir. Jelfina Constansje Alouw MSC, Ph.D.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari DLH Provinsi Sulawesi Utara, BKSDA Provinsi Sulawesi Utara, Wildlife Conservation Society (WCS), dan Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Dalam suasana hangat di Ruang Rapat Berkah Kantor Bupati, Bupati Iskandar menyampaikan selamat datang kepada para tamu serta rombongannya.

“Saya perlu sampaikan bahwa sumber daya kelapa di Bolsel besar tapi lokasi penjualan sangat jauh di Amurang, Minsel. Dari setiap pintu masuk di daerah ini sudah dihiasi dengan nyiur melambai. Ini artinya Bolsel sangat kaya sumber daya kelapanya. Selain itu, di sini kita juga memproduksi arang tempurung,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati Iskandar, berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal yang menggandeng ICC, DLH, BKSDA, WCS, serta TN. Bogani Nani Wartabone untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bolsel.

“Semoga kerjasama ini akan meningkatkan produksi pertanian khususnya kelapa di sekitar koridor Tanjung Binarean dan kawasan-kawasan lainnya di Bolsel tanpa mengabaikan keberlangsungan kehidupan liar, khususnya spesies Maleo dan spesies langka lainnya,” ucap Bupati Iskandar dengan penuh harap.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Direktur NAM-CSSTC, Diar Nurbiantoro, yang menegaskan komitmen dalam memaksimalkan produksi pertanian dan perkebunan di Kabupaten Bolsel.

Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dengan upaya konservasi di daerah ini.

“Kunjungan kami ini merupakan follow-up program kerja NAM-CSSTC terkait capacity building, guna mencapai tujuan pembangunan negara-negara anggota dalam mencapai pembangunan manusia yang berkelanjutan, serta mendorong negara-negara berkembang untuk terlibat efektif dan adil dalam proses globalisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur ICC, Ir. Jelfina, dalam paparannya menyatakan, bahwa tujuan dari peningkatan produksi pengolahan kelapa adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya kelapa untuk diolah sendiri menjadi minyak.

“Nantinya ke depan, kami akan mendatangkan tenaga ahli agar produksi kelapa di daerah ini dapat lebih meningkat,” ucapnya.

Pertemuan yang penuh semangat ini ditutup dengan acara tukar cenderamata, sesi foto bersama, dan acara ramah tamah. (Ith)

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

‎Dugaan PETI Lokosina Kembali Disorot, Publik Pertanyakan Langkah Polda Sulut

BUMANTARA.NET — Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Lokosina, Desa Dumagin B, …