BUMANTARA.NET, TUTUYAN – Aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian mengkhawatirkan.
Salah satu lokasi yang disorot berada di kawasan perbukitan Talugon, Desa Lanud, Kecamatan Modayag, yang diduga melibatkan warga negara asing (WNA) asal China.
Informasi tersebut disampaikan warga setempat yang menyebutkan bahwa keberadaan WNA di lokasi PETI Talugon telah berlangsung cukup lama.
Salah seorang warga Desa Lanud, Siska Timporok, mengungkapkan bahwa para WNA tersebut bahkan tidak menguasai bahasa Indonesia.
“Ada sekitar lima orang WNA China yang keluar masuk di lokasi pertambangan Talugon,” ujar Siska saat ditemui, Sabtu (13/12/2025).
Ia menambahkan, dalam berkomunikasi dengan warga sekitar, para WNA tersebut menggunakan aplikasi penerjemah digital.
“Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, komunikasi hanya menggunakan Google Translate,” tuturnya.
Menurut keterangan warga, para WNA itu tidak menetap di Desa Lanud. Mereka diketahui tinggal di Kota Kotamobagu dan hanya mendatangi lokasi tambang sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan.
“Mereka menginap di Kotamobagu, datang ke sini seminggu dua kali,” tegasnya.
Warga juga menegaskan bahwa aktivitas pertambangan di perbukitan Talugon tersebut bersifat ilegal karena berada di luar wilayah izin KUD Nomantang.
“Itu jelas di luar wilayah KUD Nomantang, jadi belum ada izin pertambangan di sana,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kasie Inteldakim) Kantor Imigrasi (Kanim) Kotamobagu, Keneth Rompas, mengaku pihaknya baru menerima informasi terkait dugaan keterlibatan WNA China di PETI Talugon.
“Memang ada beberapa WNA China yang beraktivitas di wilayah Boltim, namun untuk lokasi Talugon ini kami baru mendapatkan informasinya,” ujar Keneth.
Ia menegaskan, Kantor Imigrasi Kotamobagu akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Kami meminta masyarakat untuk mengirimkan dokumentasi apabila menemukan aktivitas WNA China di lokasi tersebut. Informasi ini akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di kawasan Talugon masih menjadi perhatian serius warga dan diharapkan segera mendapat penanganan dari pihak berwenang.***
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
