Bupati Bolsel Hadiri Diskusi Program Presiden RI Quick Win RSUD Bolsel

BUMANTARA.NET, BOLSEL – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si, menghadiri diskusi pelaksanaan Program Presiden RI Quick Win RSUD Bolsel yang digelar di Ruang Berkah, Kantor Bupati Bolsel, pada 11 September 2025.

Kegiatan strategis ini dihadiri Sekda Bolsel Marzanzius A. Ohy, S.STP., MAP, tim dari Kementerian Kesehatan RI, serta perwakilan Kemenko PMK RI.

Agenda utama membahas perkembangan pembangunan RSUD Bolsel serta strategi peningkatan layanan pasca naik status menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C.

Bupati Bolsel: RSUD Masuk Proyek Nasional, Wujud Syukur untuk Masyarakat

Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Kamaru menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat.

“Kami ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada tim Kemenkes dan Kemenko PMK RI yang sudah jauh-jauh datang ke Bumi Selatan, Sulawesi Utara.”

“Ini adalah bentuk syukur karena RSUD Bolsel bisa masuk dalam proyek nasional. Semoga kunjungan ini juga memberikan solusi atas kendala di lapangan, termasuk faktor cuaca akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini,” ujarnya.

Bupati menambahkan, RSUD Bolsel membutuhkan tambahan dokter spesialis dan peralatan kesehatan (alkes) untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

“Program Presiden RI ini sangat baik karena langsung menyentuh masyarakat. Semoga pembangunan bisa sesuai target,” tegasnya.

Pemerintah Pusat Pastikan Dukungan Penuh

Perwakilan Kemenko PMK RI menekankan bahwa kunjungan ini bertujuan memastikan progres pembangunan sekaligus menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan normal.

“Kami ingin memastikan kelengkapan tenaga kesehatan, alat kesehatan, serta kerangka kelembagaan berjalan dengan baik. Dari 17 program prioritas quick win, Bolsel termasuk daerah yang ditargetkan untuk peningkatan menjadi rumah sakit tipe C,” jelasnya.

Sementara itu, tim Kemenkes RI melaporkan progres pembangunan RSUD Bolsel per minggu ke-24 telah mencapai 43 persen.

“Capaian ini tergolong baik dibandingkan beberapa daerah lain. Untuk kebutuhan SDM kesehatan akan ditindaklanjuti selama dua tahun, sementara peralatan medis dan pemeliharaannya ditanggung Kemenkes RI hingga 5–7 tahun,” terang perwakilan Kemenkes.

Kemenkes juga menegaskan pentingnya pelaporan mingguan agar kendala teknis di lapangan dapat diminimalisir.

Jika sesuai jadwal, topping off pembangunan RSUD Bolsel akan dikunjungi langsung oleh Presiden RI dan Menteri Kesehatan RI.

Komitmen Bersama untuk Layanan Kesehatan Lebih Baik

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi teknis dan administrasi terkait pembangunan RSUD Bolsel. Turut hadir Asisten Setda, pimpinan OPD terkait, serta pihak pelaksana pembangunan.

Melalui program ini, diharapkan RSUD Bolsel mampu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat serta menjadi rumah sakit rujukan yang representatif di wilayah Bolaang Mongondow Selatan dan sekitarnya.***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

‎Dugaan PETI Lokosina Kembali Disorot, Publik Pertanyakan Langkah Polda Sulut

BUMANTARA.NET — Dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Lokosina, Desa Dumagin B, …