ASPEK pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Provinsi Sulawesi Utara. Namun, semenjak wabah pandemi Covid-19 melandah dunia internasional, kunjungan wisatan asing pun menurun drastis di daerah itu.
Berdasarkan data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut yang dirilis sejak Januari 2020 hingga Mei 2021, intensitas kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke “bumi nyiur melambai” yang masuk melalui Bandara Sam Ratulangi memang mengalami penurunan yang cukup dramatis.
Bahkan, jika dilihat dari April hingga Mei 2020, kunjungan para pelancong dari luar tersebut bisa dikatakan tidak ada sama sekali akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Waktu itu. BPS sendiri juga tidak mencatat kedatangan Wisman pada bulan tersebut.
Tren penurunan terjadi sejak Februari 2020. Dari catatan BPS Sulut, jumlah Wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi pada Februari 2020 sebanyak 929 orang, hal ini mengalami penurunan 92,58 persen jika dibandingkan bulan Januari 2020 yakni 12.516 orang.
Tren kemudian mengalami kenaikan setelah memasuki Juli 2020. Meski jauh bila dibandingkan dengan data pada Januari 2020. Kenaikan di bulan Juli dengan total 693 orang dianggap sebagai langkah awal kunjungan Wisman di tengah musim pandemi di Sulut.
Kunjungan Wisman pun mulai bergairah ketika memasuki Agustus dan September 2020, tercatat di bulan September itu, kunjungan Wisman ada 2174 orang. Menariknya, BPS mencatat kunjungan ini didominasi oleh warga tiongkok sebanyak 100 persen.
Dari data tersebut, bisa disimpulkan, kunjungan Wisman di Sulut mengalami fluktuasi sejak Agustus 2020 hingga April 2021 yang berjumlah 2685 orang. Akan tetapi grafik yang condong ke bawah kembali terjadi di Mei 2021. Sesuai dengan data terakhir yang dirilis BPS per 1 Juli 2021. Kunjungan Wisman di Sulut turun ke angka 1015 orang di bulan itu. ***
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
