Ini Profil Kemiskinan Kabupaten/Kota di Sulut

Kemiskinan
Ilustrasi Kemiskinan Kabupaten/Kota Sulut.

Bolsel, Mitra dan Sangihe Masih Kokoh di Puncak

MESKI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi daerah yang paling rendah tingkat kemiskinannya di antara provinsi-provinsi lain di Pulau Sulawesi, tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di “Bumi Nyiur Melambai” tetap menjadi objek krusial yang terus berusaha dientaskan.

Program ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) menjadi salah satu program stimulan Provinsi Sulut yang kemudian disinkronkan hingga ke tingkat kabupaten/kota untuk pengentasan kemiskinan.

Seluruh daerah juga berlombah-lomba merumuskan program pengentasan kemiskinan di wilayah mereka masing-masing.

Lantas bagaimana sih profil kemiskinan di Sulut sejauh ini?. Melihat dari data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, progres tingkat kemiskinan sejumlah daerah mengalami penurunan yang cukup lumayan.

Berkaca pada data persentase kemiskinan di tingkat kabupaten/kota tahun 2018 hingga 2020, daerah paling rendah persentase kemiskinannya masih dimiliki oleh tiga daerah, yakni Kota Manado, Kota Kotamobagu dan Kota Tomohon (lihat chart).

Sementara untuk daerah yang paling tinggi ada pada Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Minahasa Tenggara (Mitra) dan Kepulauan Sangihe. Kendati masih terbilang tinggi di antara daerah lainnya, persentase tersebut secara rata-rata mengalami penurunan 0,01 hingga 0,75 persen tiap tahunnya.

Sedangkan untuk jumlah penduduk miskin di kabupaten/kota di Sulut 2018-2020, BPS mencatat tiga daerah terbanyak di antaranya Kota Manado, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa (Perhatikan Chart di atas).

Di Kota Manado, peningkatan jumlah penduduk miskin selama rentang waktu tiga tahun mengalami tren kenaikan. Pada tahun 2018  sebanyak 23.21 ribu jiwa, 2018 naik 23.89 ribu jiwa dan yang terakhir pada tahun 2020 meningkat 25.55 ribu jiwa.

Untuk angka penduduk miskin terendah ada pada Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sitaro dan Kota Tomohon. Jumlah penduduk ke tiga daerah ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan daerah lain yaitu rata-rata 4,29 ribu hingga 6,53 ribu jiwa.

BPS Sulut juga mencatat garis kemiskinan per kabupaten/kota di Sulut. Garis Kemiskinan ini merupakan akumulasi pengeluaran makanan dan non makanan per tahun tahunnya. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita/bulan di bawah GK (Standar ukuran BPS) dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Dirangkum oleh bumantara.net sejak tahun 2009 hingga 2020, rata-rata jumlah pengeluaran makanan dan non makanan tertinggi adalah Kota Bitung, Manado dan Tomohon. Rata-rata tersebut antara Rp.226.206 sampai Rp.424.473. per bulannya (akumulatif rata-rata tiap tahun).

Sementara daerah paling rendah statistiknya dalam pendataan satu dekade tersebut ada pada Kabupaten Bolmut, Minahasa dan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sangihe. Rata-rata pengeluaran sejak 2009 hingga 2020 berkisaran Rp.173.929 sampai Rp.294.686.***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

Pemkab Bolsel Perkuat Sinergi dengan BPK, Dorong Tata Kelola Keuangan Transparan dan Akuntabel

BUMANTARA.NET – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola keuangan …