BUMANTARA.NET — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mulai mematangkan langkah untuk membangun hubungan kerja sama dengan Jepang. Salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah rintisan sister city dengan Kota Nakanoto, Prefektur Ishikawa.
Langkah tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kajian Strategis Pemetaan Potensi Daerah dan Analisis Komplementer Rintisan Kerja Sama Sister City antara Pemkab Bolsel dan Kota Nakanoto.
Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Berkah, Kantor Bupati Bolsel, Selasa, 8 September 2026, dibuka langsung Bupati Bolsel Dr (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si. bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.
FGD ini menjadi bagian dari proses awal untuk mengidentifikasi potensi unggulan Bolsel yang dinilai memiliki peluang dikembangkan melalui kolaborasi dengan mitra di Jepang.
Dalam forum tersebut, Bupati Iskandar Kamaru mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang memproses sejumlah peluang kerja sama investasi strategis dengan PT INA, terutama pada sektor perikanan.
Beberapa rencana yang dibahas antara lain pembangunan pabrik tepung ikan, fasilitas cold storage, serta pengembangan kawasan kampung ekspor.
Menurutnya, pengembangan fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan nelayan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi komoditas perikanan Bolsel.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap menghibahkan lahan di sekitar Pelabuhan Dudepo untuk mendukung kelancaran proyek ini,” kata Iskandar.
Ia menjelaskan, kajian mengenai potensi daerah akan disusun bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo agar rencana kerja sama memiliki basis data yang kuat sekaligus dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam rangka mendukung penyusunan kajian tersebut, Bappelitbangda Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menandatangani kerja sama dengan Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat aspek akademik dan penelitian dalam proses pemetaan potensi daerah.
Kajian berbasis data tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Pemkab Bolsel dalam menentukan sektor-sektor yang paling potensial untuk ditawarkan dalam rintisan kerja sama dengan Kota Nakanoto maupun mitra lainnya di Jepang.
Dengan pendekatan tersebut, potensi daerah yang dikembangkan tidak hanya berdasarkan peluang, tetapi juga didukung kajian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kerja sama dengan Jepang, menurut Iskandar, tidak semata diarahkan pada pembangunan fisik atau investasi.
Pemerintah daerah juga ingin menjadikan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting dari kolaborasi tersebut.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah program rekrutmen dan pelatihan magang ke Jepang bagi 50 peserta dari berbagai bidang.
Peserta yang disasar berasal dari sejumlah disiplin ilmu, termasuk perikanan, pertanian, pengolahan makanan dan keperawatan.
“Jadi bukan hanya investasi dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi kita juga ingin ada investasi terhadap sumber daya manusia.”
”Anak-anak Bolsel harus diberikan kesempatan untuk belajar, mendapatkan pengalaman dan meningkatkan keterampilan melalui program magang di Jepang,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda asal Bolsel.
Rintisan hubungan sister city Bolsel dengan Kota Nakanoto juga menjadi salah satu fokus dalam kajian yang dibahas.
Kerja sama antardaerah tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari pengembangan ekonomi, investasi, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas SDM hingga peluang kerja.
Bupati Iskandar berharap kajian yang dihasilkan melalui FGD dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai potensi dan kebutuhan daerah sehingga kerja sama dengan Jepang dapat diarahkan pada program yang konkret.
“Harapan kita, kerja sama ini nantinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Bolsel, baik melalui investasi, peningkatan ekonomi, pembukaan lapangan kerja maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bolsel, Ketua LPPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo bersama jajaran, para Asisten, pimpinan OPD, tenaga ahli, kepala bagian, serta para camat di lingkungan Pemkab Bolsel.***
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
