‎Wakil Bupati Bolsel Lantik Pejabat Administrator hingga Pj Sangadi

BUMAMTARA.NET — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, melakukan penyegaran jajaran pemerintahan melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi sejumlah Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta Penjabat (Pj) Sangadi.

‎Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi pemerintahan sekaligus memastikan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan desa tetap berjalan efektif, terutama di desa yang memasuki masa transisi kepemimpinan.

‎Dalam arahannya, Wakil Bupati Bolsel menegaskan bahwa setiap penempatan ASN harus berorientasi pada kebutuhan organisasi, kompetensi, sistem merit, serta hasil evaluasi kinerja.

‎Kebijakan tersebut disebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

‎Sementara untuk pengisian jabatan Penjabat Sangadi, pemerintah daerah berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pemerintahan desa, termasuk Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

‎Wakil Bupati mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi merupakan amanah dan bentuk kepercayaan yang harus dibuktikan melalui kinerja.

‎Ada tiga prinsip utama yang ditekankan kepada para pejabat yang baru dilantik.

‎Pertama, profesionalisme. Para pejabat diminta memahami tugas dan tanggung jawabnya, meningkatkan kapasitas, serta mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas berbagai persoalan pelayanan masyarakat

‎Kedua, loyalitas. Loyalitas harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah, sekaligus menjaga kepentingan daerah, bangsa, dan negara.

‎Ketiga, akuntabilitas. Setiap kebijakan, keputusan, maupun penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi, hukum, moral, maupun kepada masyarakat.

‎Salah satu agenda penting dalam pelantikan tersebut adalah pengangkatan Pj Sangadi Mataindo dan Pj Sangadi Molibagu.

‎Pengisian jabatan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan pemerintahan desa, khususnya setelah berakhirnya masa tugas Sangadi Mataindo periode 2018–2026.

‎Pemerintah daerah turut menyampaikan penghargaan atas pengabdian pejabat sebelumnya selama menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

‎Para Pj Sangadi kini menghadapi tugas strategis karena harus memastikan pemerintahan desa tetap berjalan sembari mempersiapkan agenda Pemilihan Sangadi (Pilsang) Serentak 2026.

‎Wakil Bupati memberikan sejumlah penekanan khusus kepada para Pj Sangadi.

‎Salah satunya adalah memastikan seluruh tahapan Pilsang Serentak 2026 berjalan aman dan tertib.

‎Tahapan Pilsang untuk 16 desa dijadwalkan mulai pada 21 September 2026, sedangkan pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 8 Desember 2026.

‎Selama tahapan berlangsung, pemerintahan desa diminta tidak terganggu.

‎Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya.

‎Pj Sangadi juga diingatkan untuk menjaga netralitas serta tidak terlibat dalam politik praktis.

‎Pelayanan harus diberikan secara adil kepada seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik.

‎Selain itu, kondusivitas dan persatuan masyarakat desa menjadi tanggung jawab yang harus dijaga hingga seluruh rangkaian Pilsang selesai.

‎Perhatian juga diarahkan pada pengelolaan anggaran desa.

‎Pemkab Bolsel telah mengalokasikan tambahan Alokasi Dana Desa (ADD) melalui APBD Perubahan 2026 sebesar Rp1.387.489.500 untuk 81 desa.

‎Wakil Bupati meminta agar tambahan anggaran tersebut dikelola secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

‎Pengelolaan keuangan desa harus disertai administrasi yang tertib agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

‎Para Pj Sangadi juga diminta membangun komunikasi dengan BPD, perangkat desa, serta berbagai unsur masyarakat.

‎Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga pemerintahan desa tetap solid selama masa transisi.

‎Tak kalah penting, seluruh dokumen dan administrasi pemerintahan desa harus dipersiapkan secara tertib untuk proses serah terima kepada Sangadi definitif setelah Pilsang selesai.

‎Menutup arahannya, Wakil Bupati meminta pejabat yang baru dilantik tidak menjadikan masa adaptasi sebagai alasan untuk menunda pekerjaan.

‎Para pejabat dituntut segera memahami tugas, mengambil langkah konkret, dan memastikan program pemerintahan berjalan sesuai target.

‎“Jabatan adalah amanah yang harus dibuktikan dengan kerja nyata,” menjadi pesan utama yang ditekankan kepada para pejabat dalam menjalankan tanggung jawab barunya.

‎Pemerintah Kabupaten Bolsel berharap penyegaran birokrasi dan pengisian jabatan di tingkat desa dapat memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya daerah yang Madani, Maju, Gotong Royong, Sejahtera, dan Berkelanjutan.

‎Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Bolsel Dr. (Cand.) Marzanzius A. Ohy, S.STP., MAP, para Asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, pejabat yang dilantik, ASN, serta tamu undangan.***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

‎Cegah Korupsi, Bupati Iskandar Kamaru Teken Kesepakatan Bersama PAKSI Sulut

BUMANTARA.NET — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) memperkuat langkah pencegahan korupsi melalui kerja sama …