BUMANTARA.NET — Dugaan kembali beroperasinya distribusi batu hitam di Desa Tolutu, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penertiban yang sebelumnya dilakukan pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Informasi yang diperoleh menyebutkan, aktivitas pendistribusian komoditas tersebut diduga kembali berlangsung dalam beberapa hari terakhir, meski penertiban telah dilaksanakan pada akhir September 2026.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku mengetahui adanya aktivitas pengiriman batu hitam pada Jumat dan Sabtu, 9–10 Oktober 2026.
“Kemarin dan hari ini ada pendistribusian batu hitam,” ungkap sumber tersebut, Sabtu (10/10/2026).
Selain dugaan distribusi, sumber itu turut menyebut nama seorang pengusaha asal Gorontalo berinisial FB alias Ical.
Ia menduga pengiriman tersebut dilakukan oleh seseorang bernama Dayat yang disebut memiliki keterkaitan dengan pengusaha tersebut.
“Pendistribusian dilakukan oleh Pak Dayat yang punya hubungan dengan pengusaha berinisial FB,” katanya.
Sumber yang sama juga menyampaikan dugaan adanya sejumlah orang yang bertindak sebagai pengamanan ketika batu hitam diangkut maupun diturunkan. Mereka disebut sebagai preman oleh sumber tersebut.
“Iya, ada pengamanan dari preman, saat mengantar atau menurunkan batu hitam,” ujarnya.
Meski demikian, seluruh keterangan tersebut masih berupa informasi dari sumber yang belum terverifikasi secara independen.
Belum ada bukti atau keterangan resmi yang memastikan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan maupun keberadaan kelompok pengamanan sebagaimana dituduhkan.
Saat dimintai konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Dayat menyatakan tidak mengetahui secara jelas persoalan yang ditanyakan. Ia beralasan sedang berada di Suwawa, Gorontalo.
“Kalau itu saya kurang paham, Pak, soalnya saya lagi di Suwawa ini,” tulis Dayat.
Sementara itu, FB alias Ical sebelumnya menyampaikan bahwa urusan yang berkaitan dengan Bolsel bukan lagi menjadi tanggung jawabnya.
Dalam pesan WhatsApp yang dikutip dalam pemberitaan ini, ia juga menyarankan agar pihak yang ingin memperoleh informasi menghubungi seseorang bernama Ewi.
“Untuk itu, saya tegaskan sekali lagi untuk urusan Bolsel sudah bukan lagi urusan saya.”
”Di sana kan ada Ewi. Nanti hubungi saja dia,” tulis FB dalam pesan bertanggal Minggu (20/9/2026).
Pernyataan tersebut belum menjelaskan secara rinci siapa yang saat ini bertanggung jawab atas aktivitas distribusi batu hitam yang dipersoalkan.
Keterangan lanjutan dari pihak-pihak terkait masih diperlukan untuk memperjelas informasi yang beredar.
Di sisi lain, KBO Polres Bolsel, AIPTU Junedi Wiyatno Uno, belum memberikan penjelasan substantif mengenai dugaan adanya kelompok tertentu yang mengamankan aktivitas distribusi batu hitam di Tolutu.
Ia menyarankan agar konfirmasi lebih lanjut diarahkan kepada kepala satuan yang berwenang memberikan keterangan.
“Kita cuma KBO, jadi nanti Pak Kasat selaku pimpinan saya yang berkompeten untuk menjawab pertanyaannya,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan distribusi terbaru maupun informasi terkait dugaan aksi premanisme tersebut.
Munculnya kembali informasi mengenai distribusi batu hitam di Tolutu menjadi perhatian karena sebelumnya pemerintah Kabupaten Bolsel bersama Forkopimda telah melakukan penertiban pada akhir September 2026.
Situasi ini memunculkan kebutuhan akan penjelasan terbuka mengenai tindak lanjut penertiban, termasuk apakah pengawasan masih dilakukan dan bagaimana status aktivitas pengangkutan komoditas tersebut setelah operasi penertiban.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan menelusuri informasi yang berkembang secara objektif.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan asal-usul batu hitam, dokumen perizinan, legalitas pengangkutan dan distribusi, serta pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.
Dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam pengamanan distribusi juga perlu ditelusuri apabila ditemukan bukti yang mendukung informasi tersebut. Langkah ini penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat.
Di tengah beredarnya informasi tersebut, kejelasan dari instansi berwenang menjadi penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan tidak hanya bergantung pada keterangan sepihak.
Hingga berita ini diterbitkan, legalitas distribusi batu hitam yang diduga kembali berlangsung di Desa Tolutu belum mendapatkan penjelasan resmi.
Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.***
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
