BUMANTARA.NET – Sejumlah nelayan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, mengeluhkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang diduga dijual tidak sesuai ketentuan pemerintah di SPBU Soguo, Kecamatan Bolaang Uki.
Keluhan tersebut muncul setelah seorang operator SPBU diduga menjual solar subsidi seharga Rp15 ribu per liter kepada nelayan. Padahal, harga resmi solar subsidi dari Pertamina diketahui masih berada di angka Rp6.800 per liter.
Berdasarkan keterangan para nelayan, operator SPBU yang dimaksud berinisial IT alias Iwan.
Salah seorang nelayan berinisial AA mengaku sempat mendatangi SPBU Soguo untuk membeli solar guna keperluan melaut.
Namun, saat tiba di lokasi, operator mengatakan stok solar telah habis.
“Awalnya dia bilang solar sudah kosong,” ujar AA, Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, saat AA hendak meninggalkan lokasi, operator tersebut kembali menawarkan solar dengan harga jauh lebih mahal.
“Dia bilang ke saya ada solar, tapi harganya Rp15 ribu per liter,” katanya.
AA juga mengaku kaget lantaran pembelian disebut tidak bisa dilakukan dalam jumlah kecil.
“Dia juga bilang tidak bisa beli satu galon saja, harus satu ton,” bebernya.
Mendengar penjelasan tersebut, AA langsung mempertanyakan alasan kenaikan harga solar subsidi yang dinilai tidak wajar.
“Saya langsung tanya kenapa sangat mahal. Tapi dia bilang sudah seperti itu aturannya,” ungkapnya.
Akibat tingginya harga solar subsidi tersebut, sejumlah nelayan mengaku terpaksa tidak melaut karena biaya operasional meningkat drastis.
“Kami tidak bisa melaut. Harga solar terlalu mahal,” ucap AA.
Para nelayan pun meminta aparat penegak hukum segera turun tangan menyelidiki dugaan penjualan solar subsidi di atas harga resmi pemerintah.
“Kami mohon ada penindakan dari Polres Bolsel terkait penjualan solar yang tidak sesuai harga dari pemerintah ini,” tegasnya.
Sementara itu, penanggung jawab SPBU Soguo, Har Bunsal, menegaskan bahwa harga solar subsidi di SPBU tersebut masih mengikuti harga resmi Pertamina.
“Solar masih harga Pertamina Rp6.800 per liter,” katanya.
Har mengaku belum mengetahui adanya dugaan operator SPBU yang menjual solar dengan harga mencapai Rp15 ribu per liter.
“Kalau yang ini saya belum tahu,” ujarnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bolsel, Iptu Iqbal Putra Saimuri, mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.
“Nanti saya minta anggota untuk lidik. Karena penjualan BBM subsidi tak sesuai harga pemerintah itu pidana,” tuturnya.
Sementara itu, Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, meminta masyarakat menyiapkan bukti apabila menemukan dugaan pelanggaran penjualan BBM subsidi.
“Kalau ada bukti kami berikan sanksi. Silakan video dan kirim kepada kami,” tegasnya.***
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
