BUMANTARA.NET – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan kembali menggelar Perayaan Paskah Oikumene 2026 yang dipusatkan di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama sekaligus ajakan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua panitia, Martinus I Nyoman Suardana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Paskah tidak sekadar seremonial keagamaan, tetapi juga sarana membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperdalam iman sekaligus mempererat kebersamaan, sehingga nilai kasih dapat diwujudkan dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Perayaan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah M. Arvan Ohy, jajaran pejabat daerah, tokoh agama, pengurus Sinode GMIBM, masyarakat Huntap, hingga ASN beragama Kristen di lingkup Pemkab Bolsel.
Dalam kesempatan itu, ASN juga menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga.
Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, dalam sambutannya menekankan bahwa makna Paskah harus diterjemahkan dalam kehidupan nyata, terutama dalam menghadapi tantangan sosial.
“Paskah mengajarkan tentang harapan dan pembaruan. Di tengah proses penyesuaian di lingkungan baru, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang rukun dan damai,” katanya.
Mengangkat tema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita”, Bupati juga mengingatkan bahwa perbedaan latar belakang masyarakat di kawasan Huntap merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari.
Namun, hal tersebut justru menjadi kekuatan untuk membangun solidaritas.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi dasar memperkuat persaudaraan. Di situlah nilai kebangkitan memiliki arti yang sesungguhnya,” tambahnya.
Ia turut mengapresiasi kondisi kerukunan umat beragama di Bolsel yang tetap terjaga, bahkan di tengah berdekatan dengan berbagai perayaan keagamaan lain seperti Idulfitri, Lebaran Ketupat, dan Nyepi.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati memastikan bahwa secara administratif warga Huntap telah menjadi bagian dari Desa Modisi.
Sementara itu, proses terkait desa asal mereka di Kabupaten Kepulauan Sitaro masih dalam tahapan di pemerintah pusat.
“Status kependudukan warga sudah jelas sebagai bagian dari Desa Modisi. Untuk rencana ke depan, termasuk pemekaran, perlu dibicarakan secara terkoordinasi dengan pemerintah desa,” tegasnya.
Selain itu, ia juga memastikan seluruh rumah di kawasan Huntap telah memiliki sertifikat resmi atas nama pemilik, sebagai jaminan kepastian hukum bagi masyarakat.
Tak hanya menyoroti isu sosial, Bupati turut mengingatkan masyarakat mengenai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik yang akan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
Ia mengajak masyarakat berpartisipasi aktif demi menghasilkan data yang akurat.
Saat ini, pemerintah juga tengah melakukan berbagai verifikasi lapangan seperti Ground Check PBI-JKN dan Ground Check PLN dalam rangka penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menjadikan Paskah sebagai momentum untuk bangkit dan memperkuat nilai kemanusiaan.
“Dari Paskah, kita belajar untuk terus berharap dan membangun kehidupan yang damai serta saling menghargai,” pungkasnya.
Perayaan ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bolsel bersama sejumlah pihak, termasuk PT JRBM, Bank SulutGo, keluarga Salea-Bawele, Sangadi Modisi, serta para donatur di wilayah Pinolosian Timur.***
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
