Apel Pagi Berbahasa Mongondow Jadi Simbol Komitmen Pemkot Kotamobagu Jaga Identitas Daerah

KOTAMOBAGU – Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan apel pagi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu yang digelar di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (23/7/2026).

Seluruh rangkaian apel dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahaya S. Mokoginta, S.STP., M.E., dengan menggunakan Bahasa Mongondow.

Penggunaan bahasa daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kotamobagu dalam melestarikan Bahasa Mongondow yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia.

Dalam arahannya, Sahaya mengawali apel dengan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta apel untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 dengan semangat serta berbagai kegiatan yang positif.

Selain itu, Sahaya menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, S.H., M.H., dalam memperjuangkan pengakuan Tarian Dana-Dana dan Bahasa Mongondow sebagai Warisan Budaya Bangsa Indonesia oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan menghidupkan bahasa daerah sebagai identitas masyarakat Bolaang Mongondow.

Karena itu, ia mengajak seluruh ASN menjadi teladan dengan membiasakan penggunaan Bahasa Mongondow, baik di lingkungan kantor, sekolah, maupun dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga dan masyarakat.

Di akhir arahannya, Sahaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap disiplin mengikuti apel pagi. Ia berharap budaya disiplin dan kehadiran tepat waktu terus dipertahankan sebagai bagian dari profesionalisme aparatur pemerintah.

Pelaksanaan apel ditutup dengan nuansa khas daerah. Setelah pemimpin apel menyampaikan laporan penutupan dengan ungkapan “apel aidon nopalut” yang berarti apel telah selesai, pembina apel menjawab dengan ucapan “pobuidon” atau kembali ke tempat. Momen tersebut disambut senyum dan tawa para peserta karena menjadi penutup yang unik sekaligus sarat makna.

Penggunaan Bahasa Mongondow dalam apel pagi ini menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya. Diharapkan langkah tersebut mampu mendorong generasi muda dan seluruh masyarakat untuk terus menggunakan serta mewariskan Bahasa Mongondow kepada generasi mendatang. ***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

Terima Ketua PWI Sulut, Wali Kota Weny Gaib Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan Daerah

KOTAMOBAGU – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menerima audiensi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi …