‎Ratusan SPPG Ditutup, SAIT Nilai Sudaryono Tegas Bersihkan BGN

BUMANTARA.NET — Solidaritas Aktivis Indonesia Timur (SAIT) mengapresiasi langkah tegas Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, dalam membenahi tata kelola kelembagaan secara menyeluruh.

‎Evaluasi tersebut dinilai menjadi momentum krusial untuk meningkatkan efektivitas perbaikan gizi nasional sekaligus menjamin hak nutrisi anak.

‎Koordinator Pusat SAIT, Brayen Putra Lajame, menilai ketegasan BGN terlihat dari keberanian mengevaluasi dan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melanggar standar operasional prosedur (SOP).

Penertiban berbasis data audit akurat ini dinilai berhasil membersihkan internal lembaga tanpa mengganggu penyaluran gizi di lapangan.

‎Berdasarkan data evaluasi internal BGN, ratusan unit SPPG di berbagai wilayah ditutup karena melanggar SOP dan belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

‎Selain sanksi operasional, BGN memproses pemecatan melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) terhadap ratusan pegawai non-ASN dan puluhan Kepala SPPG yang terlibat pelanggaran berat, seperti indisipliner, judi daring, pemerasan, hingga penipuan.

‎”BGN berfokus pada gizi, bukan sekadar urusan makan dan kenyang. Kegiatan makan menjadi sarana untuk mewujudkan tujuan yang lebih besar, yaitu peningkatan kualitas gizi anak-anak,” ujar Brayen dalam keterangan tertulisnya.

‎Di sisi lain, BGN menerapkan pendekatan inklusif dengan merangkul ekosistem ekonomi lokal, seperti petani, peternak, dan UMKM pangan.

‎Penguatan rantai pasok dalam negeri ini dinilai strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus menjamin kesegaran bahan pangan bagi masyarakat.

‎Transformasi tata kelola tersebut turut didukung oleh digitalisasi sistem pengawasan terintegrasi dan saluran aduan publik yang responsif.

Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pemantauan higienitas, ketepatan distribusi, hingga akuntabilitas anggaran dapat diakses publik hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

‎Atas berbagai langkah tersebut, SAIT menilai kepemimpinan BGN saat ini mencerminkan tata kelola publik yang akuntabel.

Pihaknya berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis-konstruktif dalam mengawal pelaksanaan program gizi di lapangan agar manfaatnya dirasakan secara adil dan merata.***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

Membanggakan! Kepala BPKPD Bolsel dan Hartakni Hartawan Raih Gelar Profesional CAI

BUMANTARA.NET — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dalam memperkuat budaya integritas dan pencegahan …