281 Warga Pulau Ruang Tiba di Bolsel, Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid Sambut Penuh Haru

BUMANTARA.NET – Deru mesin kapal yang merapat di Pelabuhan Torosik, Kecamatan Pinolosian Timur, Selasa, 11 Februari 2027, menjadi penanda dimulainya babak baru bagi 281 warga Pulau Ruang, Kecamatan Tagulandang.

Mereka adalah kloter pertama warga terdampak erupsi Gunung Ruang yang kini resmi direlokasi ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

Perjalanan laut selama kurang lebih 14 jam dari Pelabuhan Bitung bukan sekadar perpindahan tempat.

Bagi ratusan warga tersebut, itu adalah perjalanan meninggalkan kenangan, rumah, dan kampung halaman yang selama ini menjadi bagian dari hidup mereka.

Disambut sebagai Keluarga

Kedatangan dua kapal feri masing-masing mengangkut 170 dan 111 penumpang, disambut langsung oleh Wakil Bupati Bolsel, Deddy Abdul Hamid, bersama jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, serta masyarakat setempat.

Suasana di pelabuhan terasa hangat. Wajah-wajah lelah bercampur haru tampak jelas, namun ada pula sorot mata penuh harapan.

Mereka tidak lagi datang sebagai pengungsi, melainkan sebagai warga baru yang akan menjadi bagian dari masyarakat Bolsel.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima saudara-saudara kita dari Pulau Ruang. Mereka bukan orang lain, tetapi keluarga yang akan tumbuh dan hidup bersama masyarakat Bolsel,” ujar Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid.

Hunian Tetap dan Kepastian Masa Depan

Pemerintah pusat telah menyiapkan rumah hunian tetap (huntap) di Desa Modisi, Kecamatan Pinolosian Timur.

Rumah-rumah tersebut dilengkapi sertifikat kepemilikan, sebagai bentuk kepastian hukum dan jaminan masa depan bagi para warga relokasi.

Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya soal tempat tinggal. Adaptasi sosial, mencari pekerjaan, dan membangun kembali kehidupan ekonomi menjadi fase penting berikutnya.

“Mereka pindah secara permanen dan akan memulai kehidupan baru. Kita semua, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, harus hadir untuk memastikan proses ini berjalan baik,” tambah Deddy.

Berat Meninggalkan Kampung Halaman

Bagi Ansena Tamasini, warga Desa Lainpatehi, meninggalkan Pulau Ruang adalah keputusan paling berat dalam hidupnya. Kenangan tentang rumah, tetangga, dan kehidupan lama masih membekas.

“Masih terasa berat meninggalkan kampung. Tapi kondisi tidak memungkinkan untuk kembali. Kami bersyukur tetap diberi tempat tinggal dan kesempatan untuk melanjutkan hidup,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada pemerintah pusat, provinsi, dan khususnya Pemkab Bolsel yang menyambut mereka dengan penuh kepedulian.

Harapan Baru di Tanah Baru

Relokasi ini bukan sekadar respons terhadap bencana, tetapi juga simbol solidaritas dan gotong royong antardaerah.

Kehadiran warga eks Pulau Ruang diharapkan memberi warna baru bagi Bolsel, memperkuat sumber daya manusia, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pemerintah daerah pun berkomitmen memastikan integrasi berjalan harmonis, sehingga warga yang datang dapat beradaptasi, bekerja, dan hidup rukun bersama masyarakat setempat.

Di Pelabuhan Torosik hari itu, bukan hanya kapal yang bersandar. Harapan juga ikut berlabuh. Dari tanah yang pernah berguncang karena erupsi, kini mereka melangkah menuju kehidupan yang lebih aman, membuka lembaran baru dengan semangat dan keyakinan bahwa masa depan masih bisa dibangun kembali.***

Komentar Facebook
Bagikan

Baca Juga

Dari Balik Tembok Rutan Manado, Warga Binaan Belajar Jadi Barista

BUMANTARA.NET – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Manado terus mendorong program pembinaan kemandirian bagi …