BUMANTARA.NET.BOLTIM – Pasca, dilakukanya peletakan batu pertama untuk pembangunan Rumah Susun (Rusun) Santri pesantren Miftakhul Khoir Tebuireng VII di Desa Buyat Barat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), oleh Anggota Komisi V DPR RI. H.Herson Mayulu pada bulan Mei 2021 lalu, akhirnya pembangunan rusun santri tersebut kini mulai rampung dengan progres kegiatan fisik sudah mencapai 95 persen.
Diketahui pembangunan Rusun Santri yang bisa menampung sekira 150 santri ini, berbanderol sekira, Rp 4.7 Miliar dengan konsep Padat Karya, merupakan bagian tanggung jawab moral H.Herson Mayulu sebagai anggota DPRD RI yang dipercayakan oleh masyarakat Sulut, juga salah satu bagian janji politik bapak Herson Mayulu kepada masyarakat Boltim umunya, khususnya di Desa Buyat Bersatu pada kampanye pesta demokrasi pemilihan Legislatif 2019 lalu.
Sementara itu Sangadi Buyat Barat Erni Modeong , mengatakan sangat berterima kasih kepada bapak Herson Mayulu, karena mampu membawa aspirasi masyarakat Desa Buyat bersatu terkait pembangunan Rusun santri yang ada .” Bangunan ini sangat besar, tentu desa tidak bisa mendirikan bangunan sebesar ini, sehingga atas nama masyarakat Buyat sangat berterima kasih kepada pak Herson Mayulu, karena dengan adanya bangunan ini sangat membantu anak cucu kita kedepan,” kata Erni.
Terpisah salah satu Anggota DPRD Boltim Samsudin Dama yang juga ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Boltim, memberikan apresiasi dengan adanya pembangunan Rumah Susun Santri Pesantren Miftakhul Khoir Tebuireng VII di Desa Buyat Barat. Artinya dengan adanya Rusun yang ada, tentunya bisa melahirkan santri yang hebat.” Kita berharap kedepan Boltim bisa melahirkan santri yang hebat untuk menjadi tokoh agama dan pelayanan masyarakat,” singkat Dama.
Sementara itu Anggota DPR RI Herson Mayulu disetiap kesempatan mengatakan saya berharap.” kiranya pesantren ini kedepan, bisa sejajar dengan pesantren-pesantren lainnya yang ada di Sulut maupun nasional karena telah memiliki bangunan dan hunian santri yang representatif, layak dan memadai, sehingga mampu menghasilkan santri-santri yang berkualitas berakhlak mulia memiliki penguasaan ilmu agama dan wawasan kebangsaan yang luas” Harap Mayulu. (Budi Mamonto)
BUMANTARA | Menggenggam Cakrawala Menggenggam Cakrawala
